Bird

salju

cursor

header

http://aridhoprahasti.blogspot.com/
Blog Advertising

Slde

lintas me

Minggu, 09 Juni 2013

Cumi-cumi ini Suka Makan Sperma Loh


Cumi-Cumi Betina yang Lapar Memakan Sperma

Oleh Tia Ghose, Staf Penulis LiveScience | LiveScience.com

Kadang-kadang, keahlian atau bakat dapat sangat mengejutkan. Para ilmuwan mengatakan, jenis cumi-cumi dari Australia bagian selatan akan memakan sperma yang dikeluarkan cumi-cumi jantan.


Penelitian yang diterbitkan pada 4 Juni di jurnal “Biology Letters” mengungkapkan, pada saat perkawinan, cumi-cumi jantan menempatkan paket sperma ke dalam rongga mulut cumi-cumi betina. Lama-lama, sperma itu menjadi makanan yang lezat bagi cumi-cumi betina.

“Cumi-cumi betina memanfaatkan nutrisi untuk mengembangkan telurnya yang tidak dibuahi,” kata penulis penelitian tersebut Benjamin Wegener, seorang pakar biologi evolusioner di Monash University, Australia.

“Itu berarti bahwa cumi-cumi jantan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan telurnya dan membantu cumi-cumi jantan lainnya yang muncul bersamaan namun tidak mendapatkan manfaat apa pun dari dirinya sendiri.”

Makhluk yang ditemukan di mana-manaHanya sedikit yang diketahui tentang cumi-cumi misterius dari Australia selatan, Sepiadarium austrinum.  Makhluk tembus pandang dan tidak mencolok ini bisa tumbuh sepanjang 6 inci (15,2 cm) dan hidup di sepanjang pantai Australia selatan.

Wegener mengumpulkan spesies langka lainnya di perairan Australia ketika dia melihat cumi-cumi sebagai hewan yang sangat umum. Dengan penasaran, dia mengumpulkan beberapa cumi dan menempatkan mereka di dalam sebuah tangki di laboratoriumnya.

“Cumi-cumi itu dapat bertahan di dalam tangki tersebut,” ujar Wegener kepada LiveScience.

Karena makhluk tersebut hampir sepenuhnya tembus pandang, Wegener mampu melihat apa yang sebenarnya terjadi saat dua atau tiga menit perkawinan atau perkembangbiakan mereka.

Puluhan spermatofora (kantong sperma) cumi-cumi jantan, membawa sperma cumi-cumi di dalamnya, mengalir menuju rongga mulut cumi-cumi betina.

Dalam teori, setelah berada di dalam rongga mulut cumi-cumi betina, spermatofora mengeluarkan sperma dan semen ke dinding mulut cumi-cumi betina. Kemudian cumi-cumi betina menempatkan telur yang belum dibuahi ke sperma tersebut.

Namun sering kali, hanya sedikit sperma yang mencapai telur karena cumi-cumi betina justru melahap spermatofora yang berada dalam jarak telan mulut mereka.

“Anda dapat melihat paruhnya menelan spermatofora tersebut, dan Anda dapat melihat mereka menelan,” kata Wegener kepada LiveScience. “Setiap saat saya menyaksikannya, mereka menelan.”

Para betina sepertinya menggunakan setidaknya beberapa dari sperma untuk membuat bayi, karena mereka meletakkan telur yang dibuahi beberapa pekan kemudian.

“Tampaknya ada spermatofora di beberapa area istimewa yang tidak dapat ditelan oleh si betina,” kata Wegener. “Namun bidikan (cumi-cumi jantan) tidak benar-benar fantastis. Saya pikir si pejantan sudah berusaha dan berharap yang terbaik.”

Dan ada kemungkinan bahwa cumi-cumi betina juga dapat memainkan sebuah peran dalam mengubah peluang.

“Saya tidak akan terkejut jika si betina ikut andil dalam menempatkan (sperma) dengan bagaimana dia menempatkan paruhnya,” katanya mengenai spermatofora.

Seleksi seksualPerilaku tersebut menunjukkan seleksi seksual. Bagi betina, ada beberapa manfaat potensial. Serangga telah lama diketahui memakan sperma karena kandungan gizinya, dan pada spesies lain, betina memakan sperma untuk menilai kualitas calon pasangan, kata Wegener.

Bagi pejantan, tidak jelas apakah memakan sperma memberi manfaat.

Salah satu kemungkinannya, cumi-cumi jantan memberikan spermatofora berlebih untuk memberikan nutrisi bagi anak-anak mereka.

Namun saat tim peneliti menandai bahan kimia di dalam spermatofora untuk melacak masa depan mereka, mereka menemukan bahwa nutrisi tersebut dimakan betina dan telur-telur yang tidak dibuahi, bukan kepada cumi-cumi muda yang lahir, kata tulisan Tom Tregenza, seorang ahli ekologi evolusi di University of Exeter di Inggris, dalam sebuah email. Tregenza tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

“Kemungkinan besar ada konflik antara pejantan dan betina bahwa akan lebih baik untuk tiap pejantan jika si betina tidak memakan paket spermanya, namun akhirnya cumi betinalah yang memegang kendali dan dia dapat menentukan apa yang terbaik untuknya dan anaknya,” tulis Tregenza.

“Dia kemungkinan memilih untuk memakan paket sperma dari pejantan yang kurang menarik dan menggunakan sperma dari pejantan yang lebih menarik untuk membuahi telur-telurnya.”
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aridhoprahasti Education Blog